Hindari Penggunaan Library JS Berlebihan

Mohon untuk ditahan ya penggunaan library JSnya

Jangan pakai library JS berlebihan


Kita kenalan dulu aja kali ya, kenalin nama saya Koseng (Lintang), saya adalah seorang yang hobby-nya ngoprek sama nulis artikel sama satu lagi ngeisengin orang, jadi ini adalah artikel pertama saya dan ngebahas tentang mengenai performa website, udah gitu aja langsung kita nyelem aja.

Jaman sekarang kemampuan menulis saja dirasa tidaklah cukup, kemampuan digital marketing seperti mempromosikan artikel-artikel website juga nampaknya hanya membantu mendapatkan traffic dari platform tersebut saja, bikin backlink sebanyak-banyaknya masih aja belum mendapatkan ranking, coba kalau kalian perhatikan betapa banyaknya tutorial bikin backlink yang ada di dunia ini. Terus harus ngapain lagi dong kalau yang tadi disebutkan belum lah cukup? Cara pertama adalah pelajari bagaimana Google bekerja, oke jadi kali ini yang bakal dibahas itu bagaimana kita dapat mengoptimalkan website kita pada search engine Google.

Sebagai salah satu “tukang SEO” yang ngerjain segalanya from scratch kayak bikin website sendiri ngelola konten sendiri (ada dibantu temen sih) sampai, nge-SEO juga sendiri (ada dibantu temen juga sih). Pengalaman ini bener-bener nambah wawasan saya akan dunia SEO ini, terutama pada bagian on-page SEO, saya paling suka banget kalau udah ngoprek tentang on-page ini dengan alasan utamanya adalah karena saya suka ngoding orangnya. Setelah membuat artikel di Medium tentang bagaimana mengoptimalkan plugin Disqus, ya kalian tau lah ya apa itu Disqus, third-party untuk mewadahi komentar-komentar orang yang mengunjungi website kita. Nah jadi Disqus ini loading nya lama banget, bahkan setelah saya buat teknik tunda untuk loading nya peningkatan performa website pun langsung kenceng abis. Jadi mengapa saya sebutkan itu, karena hanya sebagai contoh bahwa penggunaan library JS itu bakal memperburuk keaadaan (kecuali kepepet).

Semua ada batasnya


Boleh-boleh aja untuk menggunakan library JS tapi tentunya harus ada batasnya (kecuali kalau emang gak bisa lagi). Tentu sesuatu yang berlebihan itu gak baik ya gak? Nah begitu juga kasusnya pada SEO ini, kalau kalian gak butuh-butuh amat buat memakai library mendingan dihapus aja tuh, seriusan itu bakal menurunkan performa website kita. Yang jadi pertanyaan emang kayak gimana sih penurunan itu terjadi?

Yang pertama adalah gara-gara proses request nya. Jadi file-file semacam .css dan .js itu akan melakukan request HTTPS oleh klien ke server yang kita gunakan, dan biasanya library itu walaupun udah di minifiy ukurannya masih besar bro! Dan ini akan menambahkan waktu blocking, atau kalau di PageSpeed Insights itu parameter Total Blocking Time. Mungkin diantara kalian ada yang menjawab bahwa script pada HTML kan bisa di defer? Ya kalian benar kali ini kita lanjut untuk ke alasan yang kedua.

Jadi alasan yang kedua ini adalah bagaimana script ini dievaluate. Analoginya kalau kita lagi bikin program C++ kan ada proses kompilasinya tuh, nah di Javascript ini juga kode-kode JS tersebut akan diterjemahkan juga dari bahasa pemrograman menjadi bahasa mesin, dan tentunya ini butuh waktu, apalagi kalau komputer visitor kita tidak begitu bagus speknya tentunya bakal ngeberatin dan prosesnya jadi lemot.

Salah satu contohnya adalah jQuery, bukan bermaksud menjelakkannya, saya juga pakai kok pada page-page tertentu. Dengan library satu ini memang nyaman banget untuk dipakai dimana kita dapat menggunakan selector dengan mudah, tanpa perlu manggil fungsi panjang-panjang kaya di JS biasa. Tapi kalau kalian hanya memerlukan beberapa kondisi aja, misal kaya perlu tau parameter-parameter lebar, tinggi halaman, event pada page, saran saya mending pakai JS biasa aja, selain dua faktor sebelumnya, penggunaan jQuery juga akan menambahkan waktu dalam, kurang lebih artinya menerjemahkan syntax-syntax atau aturan simbol-simbol yang digunnakan pada jQuery, sebagai contoh simbol “$(‘#selector’)”, nah simbol itu perlu dievaluate terlebih dahulu oleh jQuery dimana artinya library ini bakal mencari ada dimana aja dibagian website kita bayangin kalau website kita kompleks, bahkan tanpa artikel pun udah ribuan baris. Masih banyak lagi sebenarnya contohnya, dan salah satunya lagi adalah MathJax.



Oke mungkin cukup sekian dulu bincang-bincang kali ini, buat kalian yang mau tanya-tanya silahkan langsung aja kita diskusikan di kolom komentar, akhir kata mohon maaf jika ada salah kata, terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar SEO Pakai Logika

Tunda Kode Javascript, Tingkatkan Performa SEO